Ngawiramah – Perkembangan jaman dari tahun ke tahun, rasanya cepat sekali. Anak-anak umur belasan tahun sekarang mainannya tidak lagi mainan tradisional seperti tahun-tahun 90-an ke belakang. Namun sekarang anak-anak lebih asik bermain dengan gadgetnya.
Mereka tidak lagi bermain kotor-kotoran lagi. Misalnya kalau di kampung seperti main di kali, menggembala kambing. Permainan atau kegiatan tadi bisa dikatakan sudah ditinggalkan oleh anak-anak jaman sekarang.

Sudah lama saya tak melihat permainan tradisional yang saya sebutkan di atas setiap saya pulang di kampung saya Ngawi. Permainan macam itu sudah dianggap kuno, gak modern dan bikin capek saja. Mending di rumah, mainan gawainya hingga mata merah (karena saking lamanya ia ngegame).

Tulisan ini hanyalah ingin membangkitkan masa-masa indah kecil saya. Saya akan menulis beberapa permainan kampung yang pernah saya alami dulu, dan mungkin kalian anak 70, 80, 90 atau 2000an awal pasti pernah melakukannya.
Daftar yang saya buat mungkin berbeda nama atau aturan di wilayah Anda, namun kurang lebihnya sama sih.

Berikut ini adalah permainan-permainan masa kecil saya yang saya ingat hingga hari ini.

Bermain di Kali

Anak Kecil Bermain di Kali
Anak Kecil Bermain di Kali

Kali, bagi kami anak kampung sudah tak asing lagi. Kami (biasanya anak cowok) hampir setiap hari mandi di kali. Untuk kalinya tidak kali yang kecil macam got, namun kalinya agak besar dan tentunya tingkat kedalamannya bervariasi. Bagi saya sendiri, main di kali mempunyai keasikan tersendiri. Dulu waktu SD pulang jam 12, dan sekitar jam 2 siang saya dan teman-teman berangkat menuju ke kali.

Kami main hingga sore. Belum ingin pulang jika belum bosan atau salah satu orang tua dari kami nyariin dan kami semua dimarahi oleh orang tua dari kami. Untuk orang tua saya sendiri, tak begitu melarang main di kali. Berbeda dengan orang tua teman-teman saya yang kadang ketika menyusul di kali ia membawa kayu untuk menggebuki anaknya. Ya, ini sangat saya sukai.

Bermain Petak Umpet

Anak Kecil Main Petak Umpet
Anak Kecil Main Petak Umpet

Yap, petak umpet! Petak umpet adalah permainan tradisional yang hampir semua anak di kampung pada jaman dulu pernah mengalami dan memainkannya. Petak umpet di Ngawi, kampung saya menyebutnya “pong-pongan”. Cara bermainnya adalah kita membuat lingkaran. Setelah itu kita melempar gacuk (apa ya bahasa Indonesianya gacuk, Ada yang tahu? Haha) kita ke dalam lingkaran tersebut. Jika di antara gacuknya paling jauh dari lingkaran tersebut, maka ia akan jadi atau yang jaga.

Untuk sembunyinya juga ada peraturannya. Ada batas-batasnya, jadi gak sembarangan main sembunyi di tempat jauh. Untuk yang jaga juga harus “berani” mencari teman-temannya yang sembunyi. Maksud berani di sini adalah, jika mencari tidak di sekitar lingkarannya saja.

Jadi gini jika belum ngarti saya kasih contoh sedikit. Sebelum sembunyi semua, terkecuali yang jaga. Pada lingkaran tadi telah kita buat susunan gacuk semua pemain. Ketika anda “jadi yang jaga” maka, jika anda kelolosan sedikit aja tidak melihat lingkaran, maka akan diruntuhin tumpukan gacuk tersebut oleh lawan (yang sembunyi). Dan itu akan diulang lagi. Walaupun anda sudah menemukan beberapa lawan di persembunyiannya. Masih belum mudeng? Ya pokoknya gitulah intinya.

Jika hal itu berulang terus-menerus maka permainan tak akan usai. Malah dulu ada teman saya yang menangis karena selalu diruntuhin tumpukkan gacuknya dan otomatis dia jaga terus. Hahaha.

Bermain Kelereng

Anak Kecil Main Kelereng
Anak Kecil Main Kelereng

Bermain kelereng bagi anak laki-laki adalah salah satu permainan yang wajib dilakukan. Ketika kita bosen di sekolah atau di rumah, aktivitas kita bisa digunakan untuk bermain kelereng. Ia menjadi permainan yang asik untuk menghabiskan waktu. Biasanya permainan ini digelar ketika libur sekolah tiba. Bisa kenaikan sekolah, ataupun catur wulan (dulu belum ada semester) atau juga ketika bulan puasa. Ketika asik bermain kelereng, kadang kita bisa lupa waktu. Kadang dari pagi, hingga sore kita masih bermain kelereng. Sorenya sekitar jam 4an kami main bola. Begitulah rutinitas saya dan teman-teman saya di kampung untuk menghabiskan masa liburan.

Saya, dan mungkin teman-teman kampung saya tak berpikir mau liburan kemana. Pantai, tempat wisat dan lainnya. Mayoritas orang kampung, selain jarang jalan-jalan juga perekonomiannya kurang.

Bermain Tamiya dan Bayblade

Anak Kecil Bermain Tamiya
Anak Kecil Bermain Tamiya

Sekali lagi, bagi kami yang cowok main tamiya adalah salah satu kegiatan kami ketika libur. Biasanya sih hanya di hari minggu saja. Tamiya dan bayblade adalah permainan yang “agak kota” sih menurut saya. Sebelum boomingnya bayblade kami membuat gangsing sendiri, DIY bro, dari tanah liat atau juga dari kayu. Itu sudah membuat kita senang.

Bermain Umbul / Gambaran

Umbul atau gambaran
Umbul atau gambaran

Lagi-lagi saya bercerita permainan laki. Gambar atau umbul kita beli dari warung. Kemudian kita bermain “gamparan” apa ya nama yang ngindonesia dari permainan ini? Haha pokoknya itu deh.

Cukup segini aja dulu tulisan saya tentang permainan masa kecil di kampung saya, Ngawi. Sebenarnya masih ada banyak sekali permainan tradisional yang sangat menarik untuk ditulis. Bukan permainan saja sih sebenarnya, tapi lebih kepada rutinitas anak kampung seperti saya. Misalnya, main karet, nyari burung dengan ketapel, nyari sarang burung di hutan, nyari semangka, mancing di kali, ngobati ikan di kali (motas), nyari belut, lompat tali, engklek, benthik dan masih banyak lagi untuk diceritakan.

Mungkin generasi hari ini tidak tahu apa yang saya tulis di atas. Ia tahunya Thomas & Friends, dan game-game yang ada di gawainya. Dan juga youtube. Sebenarnya dengan kemajuan teknologi yang semakin maju, membuat kita melupakan masa-masa indah kecil dulu. Anak-anak seakan dipaksa untuk bermain dengan gadgetnya masing-masing tanpa tahu keadaan sekitar.

Sepuluh atau dua puluh tahun ke depan, permainan-permainan yang saya sebut di atas mungkin menjadi sejarah saja. Ia menjadi sejarah buat anak cucu kita. Bahwa dulu masa kecil kita sangat bahagia dan juga mengasikkan. Tak selalu di rumah dan asik dengan gadgetnya.

Kalau kalian, permaian apa yang masih diingat sampai sekarang?

SHARE
Founder Setara Network | Blogger | Writer | Social Media Enthusiast