Di era digital seperti sekarang, masyarakat Indonesia khususnya yang telah mengenal internet, ingin melakukan aktivitas dan kegiatannya menjadi lebih simpel dan sederhana. Dengan adanya internet, hal-hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Contohnya sudah banyak, seperti kita bisa ngobrol (chat) dengan mudah, video call, pesan tiket, belanja online dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri, perkembangan teknologi khususnya internet sangat cepat. Jika kita tidak mengikuti perkembangannya, pasti akan tertinggal jauh. Bahkan di kota-kota besar Indonesia, penggunaan interent itu seduah menjadi konsumi setiap hari. Jika belum menggunakan interent, rasanya ada yang kurang. Intensitas akses internetnya sangat sering.

Jumlah pengguna internet Indonesia menurut data yang dikeluarkan oleh situs kepios.com hingga bulan September 2017 mencapai 133 juta. Sedangkan jumlah populasinya mencapai 264 juta jiwa. Bahkan, We Are Social mencatat pertumbuhan pengguna internet di Indonesia menempati posisi paling puncak, yakni 51 persen, India saja hanya 23 persen, sedangkan rata-rata global hanya 10 persen saja.

Nah dengan demikian, beberapa tahun terakhir banyak anak muda yang membuat startup digital. Bukan hal yang aneh lagi, karena peluang untuk mendirikan startup masih terbuka lebar di Indonesia. Contoh-contoh startup lokal yang menjadi acuan adalah seperti Go-Jek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia.

Daily Social mengeluarkan data bahwa tren startup di Indonesia pada tahun 2017 adalah lebih kepada Financial Technology (Fintech) yang mencapai 60 persen. Selain itu, terdapat Software-as-a-Services (SaaS), ecommerce dan lain sebagainya.

Saat ini juga banyak perusahaan yang menggelontorkan dananya untuk membangun startup. Hal ini juga mendorong salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Indosat Ooredo kembali mengadakan sebuah kompetisi tingkat internasional yang bertajuk IWIC 11 (Indosat Wireles Innovation Contest). Kompetisi ini merupakan menyeleraskan bakat-bakat digital dari Indonesia untuk menciptakan konsep atau ide di aplikasi mobile.

Kebetulan, saya beberapa waktu terlintas untuk membuat sebuah aplikasi direktori tempat wisata dan kuliner pada daerah. Jadi ketika orang luar daerah saat mengunjungi sebuah kota, ia akan mendapatkan tempat-tempat wisata dan kuliner yang direkomendasikan oleh aplikasi tersebut.

Sebagai contoh, ketika Anda ingin datang ke Kabupaten Ngawi, Anda bisa melihat atau mengecek tempat wisata pada aplikasi ini. Misalnya Wisata Benteng Pendem, Kebun Teh Jamus dan lain sebagainya. Bukan hanya itu saja, fitur lain yang ada di aplikasi juga ada direktori kuliner atau makanan. Jadi Anda tidak perlu bingung ingin mencari makan di mana.

Dengan konsep di atas, saya rasa wisatawan akan lebih mudah dan jumlah pengunjung wisatawan juga akan bertambah. Ide ini sangat simpel dan ke depannya pasti akan dibutuhkan oleh wisatawan. Namun hingga sekarang belum ada aplikasi khusus seperti ini.

Nah, jika Anda memiliki ide yang lain soal apps yang bisa membantu atau memberikan solusi untuk kehidupan masyrakat, Anda juga bisa mendaftar kompetisi IWIC dengan cara mendaftar di sini.

SHARE
Founder Setara Network | Blogger | Writer | Social Media Enthusiast