Electric Error (EE) adalah band modern rock yang sudah lama berdiri. Dalam perjalanan, EE kini sudah berusia sepuluh tahun, bukan waktu yang singkat. Mungkin kebanyakan band lahir tak berapa lama, lalu bubar. Dan itu banyak sekali yang merasakannya. Sepuluh tahun adalah waktu yang cukup panjang. Konsistensi dan kekeluargaan yang membuat band ini masih eksis hingga sekarang.

Bagi EE, tahun 2013 menjadi moment yang bisa dikatakan penting. Karena band ini telah merilis album pertamanya yang berjudul “Walk Together Rock Together”. Di dalam album tersebut terdapat 11 lagu. Secara garis besar lagu-lagunya bercerita tentang percintaan, persahabatan dan semacamnya.

Pendeknya, band ini bisa dikatakan band yang sudah malang-melintang di dunia permusikan kota Ngawi. Penampilannya sudah banyak mengisi event-event yang diadakan di kota Ngawi dan sekitarnya.

 

Untuk mengenal lebih dekat dengan Electric Error, NGAWI.ORG telah melakukan wawancara bersama Adit, drummer dari band ini.

 

Sebagai permulaan, perkenalkan Electric Error Mas. Siapa aja anggotanya?

Oke, personil Electric Error (EE)  Vocal : Danang, Guitar : Nophix, Bass : Bayu, Keyboard and Synth : Dafa, Drum : Adit BtX, add vocal : Bayou

Bisa cerita, awal mula beridirinya EE? 

Awal berdirinya EE pada tahun 2005, pada saat itu kebetulan Dafa, dan Danang merupakan teman satu SMA, kemudian karena mereka sama-sama memiliki hobi bermusik, akhirnya mereka berniat membuat sebuah band. Mulailah mereka merekrut personil lainya, yaitu;  guitar : Umar, guitar 2 : Bangga, Bass : Ibnu, drum : Benny. Lalu terbentuklah EE dengan formasi awal, voc : Danang, guitar 1 : Umar, guitar 2 : Bangga, bass : Ibnu, keyboard : Bangga, drum : Benny. Mulailah perjalanan EE meramaikan dunia musik di kota Ngawi dan sekitarnya.

Kemudian di tengah perjalanan, karena ada kesibukan, Umar memutuskan untuk break dari EE. Dan posisi Umar digantikan oleh Kukuh xoplax. Jadi dengan formasi ; voc : Danang, guitar 1 : Kukuh xoplax, guitar 2 : Bangga, bass : Ibnu, keyboard : Dafa , drum : Benny

Berarti sudah ada pergantian personil ya. Apakah sudah puas & nyaman dengan formasi yang sekarang? Ingin merubah atau menambahnya mungkin.

Iyap, dari perjalanan EE dari tahun ke tahun sering mengalami bongkar pasang personil. Cukup udah nyaman dengan formasi yang sekarang bro.

Bagaimana kalian mengambarkan style musik EE?

EE sendiri mengusung genre Modern Rock. Di mana materi lagu-lagu EE yang ada di album 1, banyak menggabungkan unsur-unsur rock, post hardcore, rock alternative dan tentunya tidak lupa sentuhan-sentuhan ala EE yang akhirnya bisa membuat trademark tersendiri untuk musik EE.

Selain Dafa & Danang temen sekolah, gimana yang lainnya bisa bergabung?

Nah, pada saat itu EE sempet vakum, Karena kesibukan masing-masing personil, kebetulan satu tongkrongan dengan teman-teman yang lain. Lalu gak sengaja ngobrol dengan Bayu (Koma), Adit (Beringas), lalu iseng-iseng coba buat ngejam bareng. Nah ngerasa cocok akhirnya sepakat buat ngisi kevakuman EE pada saat itu. Akhirnya jadilah formasi terbaru dan sampai sekarang.

Untuk nama sendiri, EE apakah mempunyai arti/ filosofi?

Electric artinya kekuatan daya. Error : rusak / kurang. Jadi EE mempunyai filosofi menggabungkan 5 orang yang mempunyai kekurangan dan kelebihan dalam satu band. Karena manusia tidak ada yang sempurna. Mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dan menjadi satu di dalam EE agar bisa saling melengkapi.

Wah keren, berat! Untuk hal jam terbang, EE kan sudah “kenyang” main di event lokal Ngawi dan sekitarnya. Adakah yang paling berkesan selama ngegigs? di acara apa dan di kota mana?

Hehehhe. Sebenernya semua gigs dan kota berkesan semua buat EE. Cuma ada yang berkesan, pas kita perform di Malang event Speedytrek bareng Killing Me Inside, Tengkorak, Medusa the Murder, Climaxeth, Pickwolf. Pada saat itu kita ditonton oleh musisi senior Indonesia yaitu Ahmad Dhani. Bener-bener nervous. Wkwkwk

Hahaha. Untuk kota sendiri, paling jauh main di mana?

Paling jauh di Jember.

Selama berdiri, Apa prestasi EE yang paling membuat kalian bangga? Kenapa?

Pernah menjadi 10 besar dan masuk ke dalam album kompilasi bandindieflexy sejatim bareng D’soul, Bodem, Tempoe Toeloe dll. Yang bikin kita bangga adalah kita jadi salah satu band yang mewakili se-eks karisidenan madiun dalam album kompilasi trrsebut. Karena band-band lain berasal dari Surabaya, Banyuwangi, Kediri dll.

Ada band panutan / yang mempengaruhi EE?

Cuman sekedar influence + idola aja. Kalo dalam negeri, ada Cupumanik, Closehead, CJ, Alone at last. Kalo luar negeri ada  Story of the years, a day to remember, Breaking Benjamin, Stone Sour, dan The used.

Wah, cupumanik. Apakah di dalam EE memasukkan unsur grunge juga?

Kalo unsur grunge belum sih mas, cuman kita ambil sisi semangat dalam musik grunge itu sendiri. Tapi gak menutup kemungkinan klo materi-materi EE ke depan ada unsur grungenya. Hehehehe kita liat aja nanti…

EE kan udah berjalan 1 dekade. Gimana sih kok bisa bertahan selama itu? Ada tipsnya, buat temen-temen yang mau atau ada niat berkarya dan bikin band.

Karena kita menganggap antar personil sebagai bagian dari keluarga. Sekedar tips, jaga kekompakan, jadikan sebuah band menjadi sebuah keluarga, jangan pernah malu untuk mencoba hal yang beda karena menjadi beda itu asyik. Dan yang paling penting SAY NO TO DRUGS.

Di tahun 2013 kan EE rilis album yang pertama, “Walk Together, Rock Together”.  Apakah akan ada rilisan selanjutnya? (Album)

Nah kalo itu Rahasia, wkwkwkwk Pokoknya tunggu aja kejutan dari kami

Wahahaha, harapan ke depan untuk EE apa?

Tetep solid, tetep jadi keluarga sampai kapanpun, dan terus berkarya sampai mati. hehehe

 

Oke bro, sepertinya udah banyak banget ilmu yang kita dapet. Thx ya..

Hehehe, sama-sama bro…

 

Kontak :

ADIT BTX

0857 2846 6687

Twitter               : @Electric_Error

Fanspage           : Electric Error

Reverbnation    : Di sini

Download lagu : Di sini

SHARE
Founder Setara Network | Blogger | Writer | Social Media Enthusiast