Kanibal, Brewtal Death Metal – emang disengaja untuk tulisannya Brewtal (Brutal)

Band-band dari Ngawi yang mengusung musik keras akan selalu lahir dan tak akan ada habisnya. Di ujung kota Ngawi, tepatnya di kecamatan Ngrambe ada sebuah band yang beraliran Brutal Death Metal. Mereka menamakan diri sebagai Kanibal. Kiprahnya di dunia musik underground memang termasuk belia, namun sepertinya mereka serius untuk mengangkat sekena di daerah Ngawi agar dapat lebih dikenal secara lebih luas. Sampai saat ini mereka baru menelurkan 2 materi lagu yang telah direkam dan saat ini mereka sedang berkonsentrasi untuk debut EP juga album yang akan segera dirilis dalam beberapa bulan mendatang.

 

Berikut ini adalah sedikit wawancara NGAWI.ORG dengan Kanibal.

 

Hallo, Kanibal. Bisa diperkenalkan siapa saja formasi band ini?

Halo Mas Robit, di line up awal dari Kanibal di isi oleh Akas pada vocal, Dimas pada Drum, Pandu pada Bass dan Bondhan pada Gitar. Seiring dengan berjalannya waktu, formasi yang solid sampai saat ini ialah Biyan pada Vocal, Dimas pada Drum, Wiwid pada Bass dan saya sendiri Bondhan pada Gitar.

 

Kapan terbentuknya band ini?

Kanibal berdiri sekitar pertengahan bulan Maret 2014, di sebuah kecamatan kecil barat kabupaten Ngawi.

 

Apa konsep dari Kanibal?

Secara konsep musikaltias kami mengusung genre Brewtal Death Metal pakai W ya biar kerasa :), dengan influences dari band-band US Death Metal Style. Di luar itu secara umum Kanibal merupakan wadah bagi setiap personel untuk menuangkan kreativitas bermusiknya.

 

Bagaimana awal mula terbentuknya?

Kanibal sendiri sejatinya terbentuk sebagai tempat/wadah bagi kami setiap personel untuk merepresentasikan hasil kreativitas bermusik yang nyata. Dari komitmen itulah Kanibal hadir dan ingin meramaikan ajang Death Metal tanah air dengan setiap karya yang kami hasilkan.

 

Mengapa memilih nama Kanibal, ada ceritanya?

Agar mudah diingat saja dan sesuai dengan konsep musikalitas kami.

Kanibal sendiri bagi kami merupakan sebuah “Paradigma” yang berisi dan dapat mewakili setiap perbedaan yang masing-masing personel bawa dan menjadikannya satu ke dalam sebuah wadah, dan wadah itulah alasan kenapa Kanibal terbentuk.

 

Sudahkah nyaman dan puas dengan personil saat ini?

Yup, dengan bentuk personel seperti apapun yang ada tentunya merupakan formasi yang solid seperti yang kami harapkan. Kami juga beruntung bisa mendapatkan si Genius Wiwid yang mengisi posisi Bass untuk Kanibal, mengingat dimana sebenarnya dia merupakan pemain Gitar untuk band death metal Athematic dan juga Boss “Keripik Berdikari Pejabat” Biyan Karyo pada posisi vocal yang awesome!. Kami juga berharap dengan formasi saat ini akan menghasilkan energi dan mindset positif yang bisa kami sebarkan kepada para “kanca-kanca” Metalhead tanah air.

 

 

Sudah menerbitkan berapa lagu dan apa saja?

Sejauh ini baru menginjak sekitar 4 lagu, namun kami baru merekam 2 lagu yang diantaranya merupakan lagu yang kami pilih untuk promo demo 2015 dari Kanibal. Dua lagu masing-masing ialah Bunuh Tirani dan Prasaja serta Prelude to Ambara untuk mengawali track di Promo demo yang sudah kami rilis beberapa bulan yang lalu via Subnoise Prod.

 

Untuk lagu Bunuh Tirani, sebenernya kalian ingin mengangkat tema apa? Isu apa yang kalian angkat di lagu tersebut.

Untuk secara umum, setiap lagu Kanibal mengangkat tentang filosofi-filosofi kehidupan Jawa dimana kami ingin menaburkan benih-benih positif dari filosofi itu untuk teman-teman Metalhead semua. Pada lagu Bunuh Tirani sendiri berinti pada setiap sifat-sifat buruk yang ada di dalam diri manusia dimana setiap tindakan yang dilakukan akan mendapat konsekuensinya sendiri tentunya. Dan kami ingin mengangkat itu agar dapat dijadikan proses kontemplasi hingga akhirnya mendorong kita menciptakan mindset positif sehingga dapat dijadikan sebuah pembelajaran atau sarana perbaikan diri.

 

Untuk jam terbang Kanibal sendiri sudah bisa dikatakan tinggi, gigs yang membuat kanibal merasa bangga apa dan dimana?

Kami belum berani menyimpulkan seperti itu, biarkan kanca-kanca saja yang nanti menilainya. Setiap gigs yang telah kami lalui selalu berkesan bagi kami, mengingat setiap gigs itu diawali juga dari harapan dan diwujudkan oleh kerja keras dari teman-teman semuanya, dan tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mengapresiasi proses tersebut. Yang jelas kami tidak akan berhenti menyebarkan benih-benih positif melalui setiap karya yang kami hasilkan 🙂

dimana kita menabur, pasti kita akan mengunduh

 

Denger-denger Kanibal mau rilis EP ya? Kalo boleh tahu kapan?

Ya benar sekali, kalau tidak ada halangan sekitar bulan Desember kami akan merilis EP kami via Subnoise Production (SBY), so beware! 🙂

 

Berapa lagu yang akan dirilis? Secara garis besar akan mengangkat tema apa di lagu-lagu yang akan datang?

Ada 5 track yang akan menjadi debut EP dari kami, untuk tema sendiri masih berkutat pada Javanese Philosophy, Environment Issue, serta advokasi terhadap Local Culture.

 

Apa yang membedakan rilisan ke depan dengan lagu-lagu sebelumnya?

Materi yang sedikit nakal mungkin, serta riff-riff yang membuat kepala kita terus bergoyang, tunggu hasilnya saja nanti 😉

 

Sudah selesai atau masih dalam pengerjaan?

70% materi sudah kami godok, dan sisanya masih kami racik dan kami ramu ketahap finishing.

 

Rencana kedepan kanibal apa?

Work and learn harder for the first awesome album!

 

Ada pesan untuk komunitas di Ngawi?

Untuk teman-teman seperjuangan, tetap jaga attitude, tetap jaga “kekancan” , selalu dukung setiap rilisan lokal. Apresiasi setiap kerja keras dari teman-teman yang lain. Mari bersama-sama kita membangun skena musik di daerah kita agar lebih berkembang dan diakui lebih luas lagi tentunya. Keep prasaja kanca-kanca!

 

 

Oke bro, Terima kasih ya. Dan semoga sakses untuk mini albumnya Desember nanti J

Sama-sama Mas Robit dari Ngawi.org untuk interviewnya, sukses terus untuk Ngawi.org, semoga semakin berkembang dan menjadi kebanggaan kota Ngawi tentunya! dan jangan lupa Keep Prasaja!

 

CP    : Bondhan S 087753924268 / 3140798F

Web : reverbnation.com/kanibalbdm

Fanspage : Kanibal

Download single : Di sini

 

SHARE
Founder Setara Network | Blogger | Writer | Social Media Enthusiast