Belum lama ini, unit Brutal Death Metal asal Ngawi yaitu Kanibal, telah melakukan tour di pulau Bali tepatnya di Twice Bar Cafe. Kanibal yang diperkuat oleh Biyan (Vocal), Dimas (Drum), Wiwid (Bass) dan Bondhan (Gitar). Keberangkatan ke Bali tersebut tak semata-mata membawa nama band saja, namun lebih dari itu mereka membawa nama Ngawi!

Langsung saja, bagaimana dan apa saja hal yang menarik yang Kanibal dapatkan setelah melanglang buana di Pulau Dewata, simak saja wawancara kami dengan sang gitaris, Bondhan. Cheers

 

Apa kabar, Kanibal? Semoga baik-baik saja. Sebelumnya terima kasih sudah mau menerima tawaran interview dari NGAWI.ORG untuk kali kedua, Juga selamat untuk petualangan di pulau Dewata dalam hal ini promo demo mini tour 2015.

Kabar baik mas Robit dan bersemangat tentunya. kami juga berterima kasih kepada ngawi.org yang sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk berbagi cerita tentang rangkaian mini tour promo demo 2015 kami ke Bali kemarin.

 

Buat yang belum tahu, bisa diceritakan bagaimana akhirnya Kanibal bisa bermain di Bali, dalam hal ini untuk mini tour promo demo 2015 Kanibal?

Kesempatan ini kami dapat sekitar 4 bulan yang lalu, di mana memang dulunya salah satu personel kami sempat berdomisili di Bali dan memiliki koneksi dengan para metalhead di kota Denpasar. Bertepatan dengan moment promo demo 2015 yang kami rilis beberapa bulan sebelumnya, owner dari Kanibalismerch tertarik untuk merangkum promo demo 2015 kami ke dalam sebuah gigs yang bertitel “Kanibalismerch Death Feast” (pesta kematian kanibalismerch). Setelah kami sepakat dengan personel yang lain akan tawaran dari owner Kanibalismerch tersebut, akhirnya kami menerima kesempatan yang berharga ini untuk meramaikan gigs besutan Kanibalismerch dan memutuskan untuk memasukkan Kanibalismerch Death Feast ke dalam kalender mini tour promo demo 2015 hingga akhirnya bisa terealisasi seperti saat ini.

 

Lalu, apa saja kendala yang dihadapi Kanibal dalam proses ke Bali?

Tidak ditemui kendala yang begitu berarti, hanya keterbatasan waktu saja mungkin. Mengingat sebagian besar dari personel kami memang terikat dengan masing-masing pekerjaan yang sudah menjadi tanggungjawab mereka dan yang lebih mengejutkan lagi, tour ini kami lewati hanya dalam waktu 3 hari. Sebuah waktu yang singkat menurut kami.

 

Twice Bar Cafe dikenal sebagai tempat yang sering mengadakan gigs dari berbagai genre musik. Bagaimana pendapat kalian bisa bermain di sana?

Ini bukan kali pertama bagi saya pribadi bermain di Twicer Bar, saya sudah melakukannya dengan Puregation sebelumnya. Namun kembali lagi, ini kali pertama bagi Kanibal bermain di sini dan menurut kami ini sungguh sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan di mana kami bisa membawa nama skena Ngawi ke tempat ini dan disaksikan oleh para die hard fans of death metal dari kota Denpasar atau Bali.

Kanibal @ Twice Bar Cafe
Kanibal @ Twice Bar Cafe

Kanibal telah mengunjungi Twice Bar Bali, apakah juga melipir ke tempat lain selain Twice Bar?

Pastinya. Hari pertama saat kami sampai di Kuta, pagi harinya kami gunakan untuk istirahat sejenak melepas lelah dan ngeluk boyok tentunya hahaha. Sore harinya kami gunakan untuk berjalan-jalan di sekitar hotel dan pantai sembari menyaksikan sunset yang begitu fenomenal di pantai Kuta, ya itung-itung sekalian liburan. Setelah itu kami prepare alat untuk eksekusi di Twice Bar dan time to execution! Well done beres dan keesokan harinya kami memutuskan untuk bergembira ria dan menikmati pantai Padang-padang sebelum kembali ke kota tercinta.

 

Menghabiskan berapa lama di sana?

total waktu 3 hari 3 malam, namun hanya sempat sehari semalam saja kami berada disana.

 

Bagaimana sambutan metalhead Bali tentang kehadiran Kanibal di sana?

Apresiasi dari mereka sungguh di luar dugaan kami, mereka awesome! Tidak hanya di waktu kami on stage saja, namun setelah kami selesai melakoni eksekusi sambutan mereka juga luar biasa. Kami berkumpul bersama, menambah teman, menambah keluarga, menambah relasi dan pengalaman tentunya.

Kanibal di baliKanibal di bali
Kanibal di Bali

Apkah ada pengalaman/hal-hal unik yang ditemui Kanibal selama tour di Bali?

Mungkin Karyo (Biyan) yang tidak mabuk selama perjalanan kami ke Bali hahaha. Atau aksi sang driver sekaligus pemain bass dari Vaxinal Vomit Djaloe dengan lagi-lagi Biyan yang meninggalkan teman-teman yang lain menunggu di hotel dan malah asik mengikuti kegiatan clubbing di salah satu club malam di Legian. Atau Davig owner Frontal Development yang tertidur pulas di hotel setelah lelah memegang kemudi berhari-hari. Entahlah, kami semua menikmati setiap kegiatan yang kami jalani di sana.

 

Apa perbedaan skena musik metal di Bali dengan di Ngawi? Bisa jelaskan?

Di sini (Bali) lebih kompleks, namun pengorganisasiannya lebih mudah dan para metalhead disini mungkin lebih dewasa. Mungkin juga dikarenakan komuntias metal disini sudah ada lama sebelum di kota Ngawi. Namun di samping itu kita juga patut berbangga karena di kota Ngawi kita juga memiliki band-band yang tak kalah mematikan.

 

Bermain di Bali, tentu menjadi prestasi tersendiri bagi Kanibal. Dan pasti juga menambah pengalaman juga jaringan di sana, lantas apa harapan ke depan untuk Kanibal?

Ya tentu saja, terutama pengalaman yamg kami dapatkan sewaktu kami disana pastinya akan menambah kedewasaan bermusik kami nantinya. Kamipun banyak belajar dari setiap kota yang pernah kami kunjungi. Dan nilai-nilai positif yang telah kami dapat akan kami aplikasikan untuk pengembangan skena musik underground di kota Ngawi tentunya. Kami berharap kelak perjuangan kami akan membuahkan hasil yang positif dan skena metal di kota Ngawi akan bisa berkembang serta menjadi massive.

 

Selain di Bali, dalam waktu dekat kota mana saja yang ingin Kanibal kunjungi (gigs)?

Gigs di Twice Bar kemarin mnejadi gigs terakhir untuk promo demo 2015 kami. Saat ini kami sedang fokus untuk menyelesaikan EP yang ditargetkan akan dirilis bulan Desember mendatang.

 

Selain mempersiapkan rilis EP Desember nanti, ada kabar dari Kanibal?

Saat ini kami masih bolak-balik studio untuk menggodok dan mengoreksi setiap materi lagu yang akan kami jadikan debut EP nanti. So, mohon doa dan dukungan dari teman-teman agar selama proses penggarapan EP ini diberi kelancaran.

Band Brutal Death Metal (BDM), semakin menjamur di Indonesia, apa sih yang membedakan Kanibal dengan BDM lainnya?

Ya kami semua sangat senang dengan hal itu. Mungkin ini masa keemasan dari skena band-band brutal di Indonesia dan kami harap regenerasi dari semua ini berlangsung baik. Yang menjadi pembeda mungkin konsep musikalitas berserta konsep kontesktual dari setiap lyric di lagu yang kami ciptakan. Well, tunggu saja hasil kreativitas bermusik kami dalam EP Desember nanti.

 

Terakhir, ada pesan untuk metalhead di Ngawi dan Indonesia umumnya?

Sebagai generasi muda, kita harus menjadi generasi yang produktif dan kreatif yang tercermin melalui karya-karya yang kita hasilkan. Tetap jaga kekancan, mari bersama-sama kita bangun skena di Ngawi agar menjadi lebih berkembang, jaga attitude, jaga warisan luhur, apreasiasi setiap karya hasil kerja keras teman-teman metalhead lainnya dan keep prasaja!

Kanibal Brutal Death Metal
Kanibal Brutal Death Metal
Kanibal
Kanibal
Kanibal
Kanibal

 

KANIBAL

CP    : Bondhan S 087753924268

Reverbnation

Facebook

Download Lagu

 

SHARE
Founder Setara Network | Blogger | Writer | Social Media Enthusiast