Morticinum Addled adalah band Death Metal dari Ngawi. Band ini terbentuk pada agustus 2013 silam. Sebagai seorang jawa, saya agak susah menyebutkan nama band ini. Atau hanya saya saja yang merasakan ini? Morticinum Addled berarti “Bangkai yang Busuk”. Mereka membuat band ini dengan dasar silaturahmi dan toleransi. Di balik namanya yang agak susah disebutkan tersebut, ada apa dan band apa sih Morticinum Addled itu? Berikut ini obrolan singkat kami dengan Delta Eka Wardana, bassist dari band ini.

 

Band apakah itu Morticinum Addled dan beraliran apa?

Awalnya band kami bernama Syndrome Alt, berdiri tahun 2011. Lalu di pertengahan Agustus 2013 kami sepakat merubah nama menjadi Morticinum Addled yang berarti bangkai yang busuk. Sedangkan dari awal kami berdiri kami tetap konsisten bergenre Death Metal dengan sub-genre Slam Death Metal yang terinspirasi dari Internal Bleeding dari Amerika.

Saya baca di bio Fanpage Facebook, bisa dikatakan sering terjadi perubahan personil. Untuk saat ini, siapa aja di dalam Morticinum Addled?

Saat ini saya sendiri [Delta] di posisi bass, Andy vokal, Sigit gitar, Kholil lead gitar dan Ade pada drum. Hanya Andy yang merupakan personil asli dari awal band ini berdiri.

Dengan personil asli tinggal Andy, apakah musikalitas Morticinum Addled berbeda dengan sebelumnya? Dan dengan personil yang saat ini, apa perbedaan yang paling mencolok di band ini?

Tentunya ada karakter musik yang berbeda mengingat tiap personil memiliki influence atau inspirasi yang berbeda pula. Meskipun Andy merupakan personil asli tetapi karakter vokal Andy berubah seiring berjalannya waktu. Untuk musikalitas jelas banyak yang berubah, yang dulu kental dengan slamming death metal yang down tempo menjadi Slamming death metal yang lebih bernuansa.

Untuk influence sendiri, band apa saja sih yang menjadikannya (mempengaruhi)  Morticinum Addled seperti saat ini?

Suffocation, Cannibal Corpse, Abnormality, Dying Fetus, Defeated Sanity dan yang paling penting INTERNAL BLEEDING. Sedangkan untuk band Indonesia kami terinfluence a la Death Vomit, Jasad, Kaluman, Devormity, Carnivored dan masih banyak lagi. Tetapi influence kadang datang dari mana saja tergantung mood. Hehehehehe…

Gimana untuk penulisan lirik sendiri. Dari ketiga lagu yang sudah ada, apa sih sebenernya tema yang diangkat dari band ini?

“KEHANCURAN MANUSIA!” adalah lirik yang kami pegang hingga saat ini. Pada CD Demo yang kami rilis secara independent kami mengusung tema ini. Pada materi selanjutnya sudah ada beberapa judul lagu seperti “Nekropolis Tirani” dan “Soddom dan Gomorroh”. Kami mengambil sudut pandang manusia yang sudah mulai menghancurkan dirinya sendiri secara tidak sadar.

Menarik untuk pengambilan sudut pandangnya. Lantas contoh nyatanya, seperti apa sih tentang kehancuran manusia itu sendiri? Dan darimana inspirasi isu itu diambil?

Korupsi, kolusi, nepotisme, terorisme, ISIS, perang saudara dan di mana ada sistem yang melakukan hal seperti itu pasti ada otak manusia yang bekerja di baliknya. Kami mengambilnya dari yang terjadi di sekitar kita meskipun dengan skala yang berbeda.


Baca juga : Athematic Band Death Metal

Siapa yang membuat lirik & lagu Morticinum Addled? Dan bagaimana proses kreatifnya?

Sigit. Dia adalah orang yang berkecimpung dalam penulisan lirik kami. Walau terkadang tiap personil menulis lirik, selalu kami tunjukkan Sigit untuk direvisi dan diberikan kepada Andy untuk penempatan vokal. Saya rasa proses kreatif penulisan lirik ada yang terkonsep, ada yang sekilas, dan ada yang ketika membaca berita. Yang jelas kami tidak meminta bantuan tuyul untuk memperoleh lirik. Hahahag…

Berarti bisa dibilang ada yang spontan ya? Dan untuk tema sendiri terdapat tema politik. Seperti yang disebutkan tadi tentang KKN dan lain sebagainya.  Gimana Morticinum Addled memandang politik di Indonesia?

Lirik tidak melulu soal politik sebenarnya. Kami tidak bisa membaca situasi politik di Indonesia karena sering berubah-ubah.

Untuk materi selanjutnya, dengan lagu yang sudah disebutkan tadi. Rencananya akan rilis EP (mini album) ataukah full album? Sudah berapa persen pengerjaannya?

Rencana kami rilis EP dahulu berisi 4 track kurang lebih. Materi sudah siap menuju proses recording saja.

Untuk EP-nya nanti, apakah memasukkan lagu yang ada pada CD demo? Kapan rilisnya?

Materi pada demo sudah kami rombak. Insya-Allah tahun depan sudah rilis. Kami sedang tahap proses recording dan memoles/revisi materi kami kembali.

Band ini sudah jalan dua tahun lebih, gimana untuk respons metalhead di Ngawi maupun di kota lain?

Mereka luar biasa and so terrific! Tanpa mereka Morticinum Addled tidak ada dan bukan apa-apa. Kritik dan saran dari sesama pemerhati musik ini untuk mengembangkan kami ke hal yang lebih baik.

Apa yang ditarget dari band ini? Terkenal mungkin, atau sering ngegigs dimana-mana atau apa sih, sebenernya tujuan dibentuknya Morticinum Addled?

Yang jelas Full Album. Punya alat sendiri di tiap personil dan bisa live perform dengan teman-teman kami. Tujuan kami… Nngg.. Saya rasa tidak ada tujuan khusus jadi kami berjalan apa adanya tanpa saling mengekang satu sama lain.

Apa aktifitas kalian di luar band?

Saya sendiri masih kuliah semester akhir di Solo, Sigit sibuk sebagai Desainer, Kholil bekerja mebel kayu, Ade kerja part time dan Andy sendiri masih kuliah. Intinya masih sibuk kerja dan kuliah heheheheheg..

Lalu, bagaimana membagi waktu untuk band? Apakah ada waktu-waktu tertentu, dan siapa yang menkoordinir Morticinum Addled? Semacam frontmannya gitu.

Untuk band kami selonggar mungkin saja. Kalo mau latihan ya latihan, kalo sibuk ya pending dulu. Bila ada jadwal live, kami latihan malam hari di weekend. Untuk frontman saya rasa tidak ada. Tiap personil kami bebaskan memberikan masukan, kritik dan saran.

Berarti sama rata ya dalam band ini. Kemudian, dalam perjalanan Morticinum Addled, ada hal yang mengganjal atau menjadi beban untuk band ini? apa?

Kami masih minim pengalaman bermusik, baik secara internal maupun eksternal. Jadi sharing kepada teman-teman yang sudah di atas kami seperti Kanibal, Imperforata, Dagger Faith, Intracranial Parasite (Malang) Descane (Surabaya), Murtad (Bogor), Gore Instinc (Bandung), Osmed (Jakarta), Nematocyst (Lumajang) dan teman-teman kami yang sudah berkecimpung di scene ini serta memiliki rilisan fisik terlebih dahulu. Hal itulah yang membuat kami harus belajar lebih banyak.

Oke bro, sepertinya sudah cukup informasi yang kami dapat dari Morticinum Addeld. Oh ya ada pesan untuk scene metal di Ngawi khususnya dan umumnya di Indonesia? atau ada hal lain?

Support band secara nyata tidak hanya like fanspage mereka. Datang lihat performnya, sharing, beri kritik dan saran, nabung beli rilisan fisik mereka serta merch resmi mereka. Untuk semua die hard metal fans, terus berkarya semaksimal mungkin dan terus belajar terbuka terhadap segala hal. Dengarkan kritik dan saran orang lain demi memaksimalkan karya.

 Oke bro, suwun atas waktunya ya.

Siap. Sama-sama mas. Thanks juga.

Morticinum Addled Death Metal Ngawi
Dari kiri ke kanan. Kholil, Andy, Delta, Ade dan Sigit

Morticinum Addled

CP : Delta Eka W 087858212255

Fanpage Facebook

Reverbnation

Soundcloud

Download lagu

 

SHARE
Founder Setara Network | Blogger | Writer | Social Media Enthusiast