Ini adalah sedikit cerita dibalik lahirnya event Ngawi Barat Total Movement #1 di Walikukun.

Dengan kesempatan kali ini, saya mau berbagi secuil pengalaman tentang menyelengarakan event atau acara khususnya metal di kampungku, desa paling barat pesisir kota ngawi.

Tahun 2011, saya bersama komunitas metal yaitu Ngawi Barat Society, ingin membuat suatu acara musik yang telah sekian lama tidak ada di kampung kita. Range waktu 7 tahun, tidak ada acara  (musik rock) di sini. Dengan tema Ngawi Barat Total Movement #1. Hmm ada alasan kenapa memilih tema tersebut, kita satu pergerakan anak-anak muda di Ngawi barat (Walikukun, Ngrambe, Sine, Jogorogo dan desa sekitar).

Dan kenapa memakai “#1” ? Dengan harapan akan terus ada di tahun-tahun berikutnya. Iya. Kita bikin event bermodal semangat, sangat awam untuk urusan ini. Tentang perijinan, tentang gedung, tentang dana, benar benar kami (waktu itu) sangat awam. Sempat tanya-tanya ke yang lebih tau apapun itu… Hmmm.

Kita memilih lokasi yaitu Walikukun. Dengan beberapa pertimbangan, salah satunya lokasi mudah diakses, insfratuktur gedung memadai, dengan fasilitasnya dan di Walikukun banyak komunitas musik atau organisasi kepemudaan.

Untuk perijinan, kita sempat pesimis karena dalam range waktu 7 tahun tidak ada acara serupa karena Walikukun adalah desa dengan tindak kekerasan atau kriminal yang lumayan tinggi. Kita negosiasi dengan pihak polsek setempat, karena bila ada kericuhan akan dihentikan acara tersebut dan jangan berharap ada lagi acara musik sejenis di desa Walikukun.

Akhirnya dengan negosiasi kita bisa dapat ijin sekaligus resikonya. Ini adalah perjudian, bila gagal atau acara ini dihentikan paksa, tak akan ada lagi. Tak ada lagi ijin untuk acara musik.

Huft. Selanjutnya kita mikir tentang dana, iya dana, alasan klasik!
Tak ada sponsor utama di acara ini, hanya salah satu produsen rokok lokal yang sudi memberi dukungan dalam bentuk 5 pres rokok, umbul-umbul dan kaos hmmm tanpa uang tunai.

Dana adalah kendala, tetapi bukan alasan utama kami berhenti dan putus asa. Kami harus lapang dada, menawarkan proposal, meyakinkan pihak sponsor, walaupun hasilnya ditolak. Karena musik kita tak ada nilai jualnya, musiknya ndak jelas hahahaha iya kita terima kok.

Dan dengan alasan lokasi, kita ada di kampung, di kecamatan bukan di kabupaten. iya memang. Kita minta sumbangan di toko-toko donasi dari teman teman yang punya usaha.

Siapa yang berkenan bantu dan mendukung kreatifitas anak muda kampung? Hmmm pemda? Kita berkarya, memberikan sesuatu tanpa berharap pada negara.

 

Kita berterima kasih pada beliau Pak lurah, yang dengan rendah hati dan percaya meminjamkam gedung serbaguna tanpa di pungut biaya. Hanya membayar buat kebersihannya saja.

Dengan dana yang terbatas kita berani menggelar acara, perdana! Walaupun sederhana tetapi jadi tonggak kebangkitan acara musik di desa kami.

ngawi barat total movement
Ngawi Barat Total Movement #1

Digelar pada tanggal 18 desember 2011. Ngawi Barat Total Movement! By Ngawi Barat Society. Menampilkan band-band cadas dari lokal dan luar kota.

Harga tiket 3 ribu perak!! Murah meriah. Hmm dapat sticker lagi hahajajahaha. Betapa bersemangatnya kita, perasaan bangga dan haru biru.  Tanpa referensi dan panutan, kita dengan sombongnya menggelar acara, keyakinan kita,”Tuhan beserta orang yang berani

ngawi barat total movement
Davig, rekanku yang jadi inspirasiku.

Ada perasaan luar biasa di sini, perasaan yang tak bisa dituliskan. Investasi antara emosi tenaga dan pikiran. Kita bersenang senang, dengan cara kita sendiri, tanpa mengadu ke bapak atau ibu.
Ngawi Barat Society, rumah sekaligus guru untukku…

ngawi barat total movement
ngawi barat total movement

Acara berlangsung damai, sampai selesai sesuai perijinan jam 10 malam. Ingat sampai selesai. Bukan hasil yang kami tekankan tetapi proses, proses Ngawi Barat Total Movement lahir…
Ngawi barat society (metal sak tepare) kalian keren!!! \m/

 

Salam dari teman lama kalian
*Brian Aga

Tulisan pribadi.
Terima kasih buat :
– Pak Kamto (lurah)
– Polsek Walikukun
– Ngawi Barat Society
– NCG (Ngawi Corpse Grinder) yang bantu kita dan ikut repot bareng 🙂
– Toko di sepanjang jalan walikukun
– Pak Bayan Giman (tokoh di balik layar)

Tulisan pertamakali dipublikasikan di trivialmetal.wordpress.com.

SHARE
Vokalis Trivial. Bisa ditemui di akun Facebooknya Brian Aga.